
Hal yang terbaik adalah berbuat dari hati.
Hal yang paling tidak berguna adalah mengumbar kemarahan.
Tapi, justru kita paling mudah mengumbar kemarahan. Rasanya sedikit saja ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita apalagi mengganggu kenyamanan kita, rasanya "seolah" puas banget kalau bisa meledakkan emosi.
Meredam kemarahan dan berbuat dari hati .. sungguh sesuatu yang sulit. Bahkan teramat sulit. Tapi meski begitu, sangat patut untuk diperjuangkan, diusahakan sebisa dan sekuat kita, karena hasilnya sangat seimbang dengan usaha keras yang kita lakukan.
Semalam jadi agak terlambat tidur karena nonton film di Global TV. Judulnya enggak tahu, karena enggak nonton dari awal, dan sebenarnya juga sudah nonton beberapa kali (kayaknya 3 kali). Bintangnya si ganteng Ben Affleck dan satu bintang kulit hitam yang tampangnya sangar banget tapi terkenal banget kok dan biasanya selalu main di film2 action. Nah, film itu nunjukkin banget betapa mengumbar kemarahan dan menuruti ego untuk bisa mengalahkan orang lain, benar-benar perbuatan yang tidak berguna!!
Diawali dengan tabrakan kecil antara si Ben dengan si X yang memang langsung dipenuhi dengan amarah. Maklum sama-sama buru. si Ben yang pengacara kaya terburu-buru karena harus menghadiri sidang dan si X juga terburu-buru karena harus menghadiri sidang perwalian hak asuh anak *karena istrinya mau pindah ke oregon*. Karena emosi yang tersulut, si Ben menjatuhkan arsip pentingnya *yang kemudian disimpan si X* dan si X karena terus marah2 di tempat kejadian akhirnya terlambat sampai di pengadilan dan kehilangan kesempatan mempertahankan hak asuhnya. Bisa ditebak dong, keduanya kemudian terlibat dalam aksi umbar kemarahan dan usaha memenangkan ego masing-masing dengan cara-cara yang penuh emosi kemarahan. *Kita yang nonton juga rasanya ikut-ikutan capek melihat aksi umbar emosi kemarahan itu*
Sampai akhirnya, setelah lelah saling menyalahkan, saling berusaha mengalahkan, saling ingin menjatuhkan ... kedua-duanya sadar bahwa apa yang mereka lakukan tidak memberikan rasa nyaman bagi mereka. Si ganteng Ben kemudian mengetahui bahwa arsip penting yang dikejar-kejarnya mati-matian hanya akan dipergunakan untuk mengambil keuntungan dari klien law firmnya secara diam-diam. Sementara si pemarah X setelah adu argumentasi dengan mantan istrinya, menyadari bahwa bukan kecelakaan kecil di pagi hari itu yang membuat ia kehilangan hak asuh anak-anaknya melainkan memang karena temprament dia sendiri. X datang ke law firm si Ben mengantarkan arsip yang dibutuhkan namun sayang sudah tidak lagi dibutuhkan dan mereka bicara banyak dari hati ke hati. Dari dua orang yang begitu dipenuhi amarah mereka bisa duduk bersama dan bicara man to man. Hasil dari pembicaraan itu, si Ben memutuskan memperbaiki semua yang sudah dilakukannya untuk menjatuhkan si X. Dia bayar rumah yang ingin di kredit si X tapi tidak bisa karena si Ben membuat computer bank mendeteksi si X bankrupt, Dia temui mantan istri si X dan berhasil mencegahnya pergi.
Ya, bagaimanapun .... berbuat dari hati .... akan lebih memberi kenyamanan sekalipun yang kita lakukan itu bukan untuk kebahagiaan diri kita sendiri. Berbuat dari hati untuk kebahagiaan orang lain, sama saja nyamannya dengan membahagiakan diri sendiri ... kadang bahkan terasa lebih nyaman.
Read More......