Pengkhianatan!! Satu kata ini cuma terdiri dari 13 huruf. Cukup singkat tapi ternyata punya efek yang amat sangat menyakitkan.
Kebetulan banget aku baru mengalami sakitnya suatu pengkhianatan. Bukan dalam urusan cinta. Hare gene ngomong-ngomong cinta mah lagi males. Hari ini aku ngerasa dikhianati temen .. cuma temen lho .. Akhir-akhir ini sih sudah enggak aku anggap temen lagi karena kelakuannya yang *amit-amit*, tapi tetep aja begitu aku tahu kalau dia "nikam" aku dari belakang soal pekerjaan di kantor ... aku bener-bener bisa ngerasain sakitnya sebuah pengkhianatan.
Satu hal yang langsung terasa adalah sakit hati, tapi kemudian ngeras betapa naif dan bodohnya aku selama ini. Asli bener-bener naif dan bodoh. Aku amat sangat terbiasa memandang suatu permasalahan dari sudut pandang dan pemikiran aku. Nah kesalahan utamanya, aku dibesarkan secara lurus-lurus aja. Dari kecil diajarkan untuk berbaik sangka saja sama orang lain dan sampai sekarang aku selalu berbaik sangka pada semua orang. Mungkin kalau aku kecopetan aku juga gak bisa lama - lama marah sama copetnya sebab pasti aku pikir kalau dia pasti nyopet karena desakan kebutuhan hidup.
Tapi sekali ini grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!! Judulnya aku harus belajar dari pengalaman ini untuk enggak lagi senaif dan sebodoh itu. Percaya dan berbaik sangka pada orang lain boleh - boleh aja tapi tetap harus waspada.
Senin, 07 April 2008
Sakitnya ... PENGKHIANATAN
Sabtu, 05 April 2008
Haruskah Memiliki CINTA ??
Banyak yang pasti setuju kalau aku mengatakan bahwa CINTA adalah sesuatu yang didambakan setiap orang. CINTA dalam bentuk apa saja. CINTA dalam hubungan dengan siapapun. Pokoknya yang namanya CINTA ..... jadi sesuatu yang diinginkan banyak orang. Bahkan semua orang.
CINTA bisa membuat kita merasa damai, nyaman, tenang dan bahagia.
Makanya segala hal yang bertemakan cinta, apalagi yang menggambarkan keindahan, kedasyatan dan kekuatan cinta, pasti akan sangat diminati orang. Fenomena film Ayat-Ayat Cinta menurut aku adalah salah satunya. Lagu-lagu bertema cinta dengan aliran musik apapun pasti akan dinikmati dan menduduki tangga lagu teratas.
Tapi aku sekarang ingin bertanya, apakah benar anggapan itu? Apakah tanpa merasa dan memiliki rasa yang bernama CINTA itu maka manusia tidak akan merasakan kedamaian, ketenangan, rasa nyaman dan bahagia?
Jawabannya pasti sangat beragam, sangat individual, tergantung dari pengalaman masing -masing.
Bagi yang beruntung belum pernah mengalami yang namanya sakit dan tersakiti maka pasti akan mengiyakan bahwa hidup tanpa CINTA aduuuuh enggak banget deh. Pasti gak kebayang rasanya pasti akan hampa, kosong dan aduuuuh pasti gak enak banget.
Namun bagi yang pernah mengalami sakit dan perihnya luka hati karena CINTA, maka CINTA tak lagi dianggap seagung dan seindah itu. Masih tetap butuh CINTA, namun tak akan mau memberikan seluruh hatinya untuk mencintai.
CINTA tidak harus selalu diidentikkan dengan hubungan perasaan antara dua manusia lawab jenis. CINTA jauh lebih luas dari itu.
(To be continued)
Selasa, 01 April 2008
Menjaga Hati - Yovie & Nuno
Sudah sebulan ini .. aku kesengsem sama lagu teranyarnya Yovie & The Nuno ... "Menjaga Hati"
Biarkan aku menjaga perasaan ini
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi aku takkan pergi
Kau menjaga aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu
Sejujurnya diriku masih mengharapkanmu
Yovie tu memang juara banget deh urusan buat lagu dengan lirik-lirik yang manis dan so touchy ...
Lirik cinta yang ditulis Yovie diatas bagi sebagian orang mungkin terasa cengeng dan bodoh .. "udah ditinggal ya udah lupain juga ngapain repot-repot" ... tapi aku tetap percaya lho sama yang namanya cinta sejati. Suatu rasa yang mengikat kuat hati dan rasa seseorang kepada hati seseorang yang lain. Rasa yang begitu kuat yang akan mampu membuat orang yang memilikinya mampu melakukan hal-hal yang sangat positif. Rasa yang mampu membuat pemiliknya menanggung sedih, marah, luka dan perih .. betapapun menyakitkannya .. tanpa pernah kehilangan rasa cintanya, bahkan tak berkurang sedikit pun.
Aku tetap percaya cinta sejati itu ada dan setiap manusia pasti memiliki cinta sejatinya masing - masing. Cinta yang mampu membuatnya tertawa bahagia, berbahagia hingga ke sumsum tulangnya, menangis dan tersakiti tapi tetap merindu dan memaafkan.
Space & Time For Ourself
Sebagai manusia .. apalagi sebagai perempuan, ibu, istri, anak .... kita cenderung untuk serve other ... berusaha jadi ibu yang the best .. mulai dari anter jemput anak2 .. mbantuin buat pr atau tugas2 lain .. berusaha make them always happy n big laugh ... abis itu senum manis dan berusaha jadi istri terbaik buat suami ... berusaha memahami semua kondisi suami dengan tetep tersenyum manis, gak pake curiga2an meski sikap suami mencurigakan *huahahahaha .. amien gw gak kayak gini* abis itu tetep yar dah punya anak kita selalu berusaha nanyain kondisi ortu or mertua kita .... Belum lagi jaga hubungan baik sama tetangga, bu rt, ibu2 pengurus jammiyyah di sekolah anak2... klo yang ngantor masih harus ngadepin atasan yang ngebetein, rekan kerja yang carmuk, anak buah yang 'oon ...
Ih hebat bener ya kita ini ... tapi, jangan lupa lho ... kita seharusnya biar bagaimanapun tetap menyediakan space & time untuk diri kita sendiri. Soalnya sebenarnya khan diri kita ini lho "orang" terdekat buat kita ... yang gak pernah mbales klo kita ngedumelin klo kita salah-salahin ... yang pertama ikutan bangga kalau kita berhasil melakukan sesuatu ... pokoknya sahabat sejati kita sebenarnya adalah diri kita sendiri. Nah, seharusnya kalau kita bisa do the best to others we love and care .. maka kita harus lebih dulu love and care with ourself.
Kita butuh space & time untuk diri kita sendiri. Bisa sekedar jalan nguplek ke mall, atau nyantai-nyantai di salon dan spa .. atau baca buku cerita sambil ndengerin discman sampai sekedar berendam air hangat .. Apa ajalah yang pasti sendirian dan benar-benar kita nikmati. Berapa lama? Wah ini tergantung kita bisa mengatur waktu ... kalau pasangan bisa dikompakin bisa aja tuh seharian penuh .. tapi klo pun enggak bisa just couple hours cukup juga ... Acara bersantai menyenangkan diri sendiri ini bisa jadi acara re charge yang bener-bener ampuh lho buat diri kita. Tapi kita harus bisa benar-benar melepaskan diri dari gangguan siapapun dan apapun, termasuk semua target dan beban-beban pikiran. Gantung dulu deh dan simpan di lemari.
Memberi waktu memanjakan diri sendiri bukan berarti egois .. atau menelantarkan tugas dan peran kita. Justru dengan sesekali memberikan rasa nyaman dan memanjakan diri, maka kita akan merecharge kembali semangat kita dan pada akhirnya akan membuat kita tambah "ulet" menggeluti keseharian kita yang multirole tadi itu. Setelah merecharge diri -jiwa dan raga- maka kita akan lebih fresh juga menjalani hari-hari kita. Bisa kembali tersenyum dan tertawa bersama orang-orang tercinta kita dan yang paling dasyat adalah bisa kembali merasakan indahnya cinta kita kepada mereka.
NANNY 911

Pernah gak nonton acara ini di Metro TV ...? Kalau yang udah jadi Bunda & Panda, sempetin deh nonton acara ini. Aku sendiri baru tahu acara ini 2 bulan lalu ... pertama-tama juga nontonnya karena enggak sengaja. Pas channel ke pencet Metro TV ya amppuuuuun kok ngeliat ada anak-anak 2 orang .. ce ama co masih kecil-kecil .. palingan umur 4 ma 5 tahun, tapi kok buandelllnya dah kayak anak setan gitu. Main keplak aja, mending pake tangan .. pake piring !!! Ibunya mau misahin eh ibunya di ludahin sama yang anak co. Ya ampun ini acara apa sih?!!? Sebagai Bunda dari dua anak-anak yang manis-manis langsung kepengen tahu gimana ya cara menjinakkan anak-anak buandell kayak gitu.
Ternyata setiap episodenya punya cerita sendiri-sendiri. Kebandelan anak-anaknya juga beda-beda meski semuanya sama-sama diatas standard kenakalan normal. Setiap keluarga ternyata punya permasalahan yang berbeda-beda. Ada permasalahan antara suami-istri. Ada permasalahan antar ibu dan anak. Ada Ibu yang sangat permissive sama anak-anaknya hingga akhirnya jadi "terjajah" oleh anak-anaknya. Ada ayah yang sok tegas tapi enggak konsisten. Ada ayah & ibu yang tidak saling berkomunikasi. Pokoknya seribu satu deh. Satu hal yang hampir selalu sama juga adalah kebiasaan ayah yang setiap pagi selalu sibuk siap-siap sendiri ke kantor dan meninggalkan ibu ruwet ngurus anak-anak yang banyak dan bandel-bandel itu sendirian. Bayangin deh gimana para moms itu udah hopeless semua tampangnya. *Makanya Bunda, Panda .. nonton deh*
Tapi, pada setiap episodenya yang sangat menarik adalah bagaimana cara Nanny - Nanny profesional itu menyelesaikan permasalahan *just in 7 days* dan membuat anak-anak itu jadi anak-anak yang ko-operatif dan keluarga-keluarga itu jadi keluarga yang cukup solid.
Setiap permasalahan berusaha dicari dimana akarnya, apa penyebab dasarnya. Enggak hanya melihat dipermukaan dari perilaku yang muncul atau dari perkataan dan teriakan yang terlontar. Ternyata setiap kenakalan hanyalah akibat dari perasaan tidak nyaman yang dirasakan oleh anak-anak itu. Tindakan protes terhadap sikap orangtua, terhadap keadilan yang mereka rasakan atau bisa juga sebagai copying behavior dari perilaku kedua orangtuanya atau bagaimana kedua orangtuanya bersikap satu sama lain.
Aha .. ini dia yang kita sebagai orangtua suka gak 'ngeh ya. Kita kadang amat sangat mudah memberikan judgment, label, stigma pada anak-anak kita tanpa mau introspeksi diri. Kita sering lupa bahwa anak-anak kita lahir sebagai buku dengan kertas yang masih putih dan sampul yang masih rapih. Bagaimana buku itu setelah bertahun-tahun kemudian ya tergantung bagaimana kita menulis didalam halaman-halaman putih itu. Apakah kita selalu menuliskan cerita-cerita indah dengan tulisan-tulisan rapih dan menuliskannya dengan penuh cinta atau kita menuliskan hanya cerita-cerita duka dengan tulisan sekenanya dan kadang mengotori halamannya dengan noda-noda yang tak perlu. Buku itu juga akan terus rapih bila kita menyimpannya dengan baik. Buku itu bisa terselip, kotor bahkan hilang. Semua tergantung bagaimana kita memelihara dan memperlakukannya.
Bunda, Panda ... kita selalu menganggap anak-anak kita adalah hak milik kita. Kita bebas memperlakukan mereka sesuka kita. Kita selalu marah dan kadang membenci bila mereka tanpa kita sadari memperlakukan kita sama seperti kita memperlakukan mereka. Setelah mereka besar dan membentak kita, kita anggap mereka anak yang tak tahu menghargai orangtua. Tapi sadarkah kita bahwa dari sejak kecil, dari sejak mereka bisa mengingat, mereka kenyang dengan bentakan-bentakan kita. Kelembutan dan belaian adalah sesuatu yang hampir tak pernah mereka jumpai lalu bagaimana kita berharap mereka bisa bertutur lembut dan membelai kita penuh kasih??
Bunda, Panda ... anak-anak kita adalah amanah ALLAH. Kita harus bersyukur diberikan amanah yang sangat berharga. Kita tidak memiliki mereka. Mereka adalah milik diri mereka sendiri dan Sang Khalik. Kita dipercaya untuk membimbing, mendidik, merawat, mencintai dan mewarnai hari-hari mereka dengan berjuta warna sampai mereka bisa memilih dengan tepat warna yang pas untuk mereka. Kita tak bisa memaksa mereka memilih warna yang kita suka, sebab mereka punya selera berbeda. Berbeda tak berarti buruk. Sama tak selalu baik.
Ini hanya sekedar renungan. Aku pun masih terus belajar memperlakukan kedua "BUKU" yang dipercayakan ALLAH kepadaku dengan sebaik-baiknya. Aku ingin "menuliskan" banyak ragam pengalaman disetiap lembarnya, agar kelak keduanya punya kekayaan emosi dan keragaman pengalaman. Aku ingin kedua belahan jiwaku tak canggung untuk lembut dan menyayangi tapi juga bisa menjadi tegas dan tegar. Aku ingin keduanya besar menjadi apa yang mereka ingini. Aku ingin bisa tersenyum pada saat itu, karena aku telah memenuhi amanahku.
Don't try too hard to be "perfect" .. just enjoy the day
Judul diatas lebih untuk menasehati diri sendiri. Aku punya kecenderungan untuk "perfect" dalam segala hal di hidupku. Tapi ... "perfect" yang aku maksud di sini mungkin lebih tepat kalau dijabarnya sebagai "mencapai apa yang aku mau dan memastikan segala sesuatu terjadi sesuai dengan keinginan aku" ... Dan, setelah bertahun-tahun, aku merasa bahwa ternyata cukup melelahkan kalau terus-terusan memaksa diri being "perfect". Banyak benturan-benturan yang harus dihadapi. Ini tidak terlalu jadi masalah. Hal yang paling merepotkan adalah saat diriku tidak bisa menerima bahwa sesuatu tidak bisa "perfect" seperti apa yang aku inginkan. Larinya jadi ke perasaan dan emosi aku sendiri. Akhirnya, sebelum benar-benar terlambat, aku memutuskan untuk menjadi manusia yang lebih santai aja .... Nyantai aja lagee ... ikut aliran ini aja deh.
Buat nyantai hal yang mudah juga ... tapi yang sulit adalah "perang batin" menaklukkan diri sendiri. Ini benar-benar membutuhkan perjuangan tersendiri. Sebagian diri rasanya sudah berteriak-teriak penuh komplen .. penuh rasa tidak terima ... tapi sebagian diri berusaha dengan tegar meredam dan menenangkan ...So far memang menjalani hidup seperti apa adanya memang jauuuuh lebih nyaman. Makanya aku merekomendasikan hal ini sama teman-teman semua.
Kita boleh bahkan wajib punya keinginan, kemauan, angan-angan dan cita-cita. Kita juga perlu membuat rencana bahkan strategi-strategi untuk memburu semua itu. Tapi, tetap jalani dengan prinsip nyantai aja lagi itu ... Bukan dalam pengertian bersantai-santai menjalani apa yang sudah direncanakan, tetapi harus punya kesiapan mental dan kedewasaan hingga andai yang sudah dilakukan tidak membuahkan hasil seperti apa yang kita ingin, atau tak bisa terlaksana sepenuhnya seperti yang sudah kita rancang ... ya kita harus bisa menikmati apa yang bisa kita dapat, apa yang bisa terlaksana.
DON'T PUSH YOURSELF TOO MUCH
JUST LOVE YOURSELF
LET IT ENJOY YOUR DAY, WHATEVER IT IS


